Jelajahi Singapura

Liburan ke Singapura? Jangan Lupa Singgah di 10 Tempat Ini Ketika Kamu ke Chinatown!

11 October 2018 | By: Changi Travel Journal

 

Etnis Tionghoa tersebar luas di hampir seluruh belahan dunia. Maka, jangan heran jika saat traveling ke luar negeri kamu dapat dengan mudah menemukan daerah Pecinan. Pecinan, atau lebih familiar disebut Chinatown, merupakan sebuah wilayah yang mayoritas penduduknya adalah orang Tionghoa. Di Indonesia, kamu bisa menemukan Chinatown di banyak kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bangka, Semarang, Yogyakarta, dan masih banyak kota lainnya.

Kalau traveling ke Singapura, kamu juga bisa menemukan Chinatown lho! Tak heran sih, tiga perempat populasi masyarakat Singapura didominasi oleh orang Tionghoa yang hidup berdampingan dengan orang Melayu, India, dan kaum pendatang lain. Chinatown adalah salah satu kawasan di Singapura yang paling ramai turis. Layaknya kota-kota besar lainnya, di kawasan ini kamu bisa melakukan banyak hal seru seperti berburu kuliner, belanja, mengunjungi bangunan bersejarah atau museum, dan masih banyak lagi.

Nah, berikut ini 10 tempat yang tak boleh kamu lewatkan saat mengunjungi Chinatown Singapura. Ada yang sudah pernah kamu datangi?

 

Buddha Tooth Relic Temple

 

Dari luar saja kuil ini sudah tampak menakjubkan

 

Apa yang kamu bayangkan saat mendengar namanya? Gigi? Yap, tepat sekali. Buddha Tooth Relic Temple adalah tempat di mana gigi Sang Buddha dikeramatkan. Gaya bangunan kuil ini didasari oleh Buddha Mandala yang terintegrasi oleh Buddhisme pada masa dinasti Tang.

Saat memasuki kuil dengan empat lantai ini, kamu akan dibuat takjub dengan keindahan arsitektur serta interior bangunannya. Biasanya, yang menjadi pusat perhatian para pengunjung adalah stupa dari emas murni setinggi dua meter yang berada di lantai empat. Di situlah gigi Sang Buddha disimpan.

Untuk mencapai Buddha Tooth Relic Temple, kamu hanya perlu berjalan sejauh 550 meter dari stasiun MRT Chinatown. Letak kuil ini berada di jalan South Bridge Road, diapit oleh Sago Street dan Banda Street. Kamu tak perlu membayar sepeser pun, alias gratis, untuk memasuki kuil ini. Meski kamu bisa bebas mengunjunginya, jangan sampai keberadaanmu mengganggu orang-orang yang sedang beribadah ya! Tetaplah tenang agar mereka bisa melakukannya dengan khusyuk.

 

Red Dot Design Museum

 

Bangunannya saja sudah mewakili namanya, kan?

 

Kamu seorang penikmat seni? Kalau iya, berarti kamu tak boleh melewatkan Red Dot Design Museum. Bangunan yang terletak di jalan Marina Boulevard ini terlihat eksentrik dengan temboknya yang serba merah. Dulunya, bangunan ini merupakan kantor polisi yang kini disulap menjadi galeri seni.

Di museum ini, kamu akan disuguhkan karya seni kontemporer berupa benda-benda yang biasa kamu lihat sehari-hari dengan spektrum cahaya dan desain yang beragam, mulai dari poster iklan, kemasan, komputer, hingga peralatan rumah tangga. Semua dapat kamu nikmati dengan membayar tiket masuk seharga 6,4 SGD. Jangan lupa untuk tetap utamakan etika saat mengunjungi museum dan galeri seni ya!

Nah, jika kamu lapar setelah menikmati karya seni yang dipamerkan, kamu bisa nongkrong sejenak sambil menikmati kopi dan camilan di kafe atau bar yang ada di museum ini.

 

Sri Mariamman Temple

 

Fragmen dekorasi di Sri Mariamman Temple

 

Kuil dengan banyak patung ini merupakan kuil tertua di Singapura yang dibangun sebagai wujud penghormatan terhadap Dewi Mariamman, dewa penyembuh penyakit dan perlindungan. Kuil ini adalah salah satu tempat ibadah untuk umat Hindu Tamil.

Dulunya Sri Mariamman Temple didirikan pada tahun 1827 oleh Naraina Pillai, seorang pedagang India dari Penang. Di tahun 1862 kuil ini diubah strukturnya hingga menjadi seperti sekarang. Selain untuk beribadah, kuil ini juga berfungsi sebagai suaka bagi imigran baru, termasuk komunitas Hindu Tamil India Selatan.

 

Thian Hock Keng Temple

 

Percaya kalau kuil ini dibangun tanpa menggunakan satu pun paku? 

 

Selain Sri Mariamman Temple, salah satu kuil Tiongkok tertua di Singapura adalah Thian Hock Keng Temple. Kuil ini dibangun pada tahun 1840 oleh Hokkien yang berasal dari provinsi Fuzhou. Di kuil ini, kamu akan dibuat kagum dengan gaya arsitektur Cina Selatan yang dinding dan atapnya dipenuhi oleh ukiran rumit. Lebih uniknya lagi, bangunan ini dibuat tanpa menggunakan satu paku pun lho!

Orang-orang Hokkien yang membangun kuil ini percaya pada Dewi Mazu yang merupakan dewi lautan. Kuil ini adalah bentuk pemujaan kepadanya yang dipercaya sebagai pelindung dan penolong para pelaut. Sebelum terjadi reklamasi lahan, Thian Hock Keng Temple awalnya terletak di sepanjang garis pantai dan merupakan pelabuhan yang pertama kali didatangi oleh pendatang yang baru masuk ke Singapura.

 

Oxwell & Co.

 

Oxwell & Co. sangat cocok untuk kamu yang ingin nongkrong di Chinatown

Sumber foto: The Finder

 

Siapa bilang di Chinatown kamu cuma bisa berkunjung ke kuil-kuil bersejarah saja? Di sini kamu juga bisa mampir ke tempat nongkrong instagramable juga kok!

Dengan model ala ala pub di Inggris, Oxwell & Co. dibuat dengan membuat beberapa ruang saling terintegrasi, termasuk bar di lantai pertama dengan ruang makan di lantai berikutnya. Jika mampir ke sini, pilihlah tempat di rooftop yang menghadap ke Chinatown agar kamu bisa menikmati pemandangannya sekaligus bikin foto untuk feed Instagram-mu.

Kamu tak perlu khawatir untuk mengajak anak-anak ke sini, karena pub ini menyediakan menu-menu yang child friendly.

 

Pinnacle@Duxton Skybridge

 

Skybridge di Pinnacle@Duxton sangat cocok untuk kamu yang menyukai ketinggian. Merasa tertantang?

 

Di Singapura, kamu bisa menemukan banyak gedung-gedung pencakar langit, salah satunya Pinnacle@Duxton. Dibandingkan dengan gedung tinggi lainnya, Pinnacle@Duxton adalah apartemen tertinggi di Singapura dengan Skybridge di atasnya. Kamu bisa menikmati pemandangan Singapura dari atas ketinggian 50 atau 25 lantai hanya dengan tarif 5 SGD. Tarif tersebut bisa kamu bayar dengan menggunakan EZ-Link. Lumayan kan, dengan tarif yang relatif murah kamu sudah bisa melihat Chinatown hingga Sentosa Island dari atas. Jangan lupa siapkan kameramu ya!

Skybridge relatif sepi pengunjung. Biasanya tempat ini hanya ramai ketika ada pesta kembang api. Tempat ini cocok lah untuk kamu yang suka tantangan dan tidak terlalu menyukai keramaian.

 

NUS Baba House

 

Caption: Menurutmu, mana yang paling mencolok di antara 3 bangunan ini?

Sumber foto: Culture Trip

Ke Chinatown, kamu tak akan kesulitan menemukan Baba House. Meskipun terletak di area yang dipenuhi toko-toko dengan hiasan di depannya, rumah berwarna biru ini tetap terlihat stand out di Neil Road berkat pintu masuknya yang ditutupi hiasan berbentuk daun emas.

Rumah ini dulunya dimiliki oleh taipan pelayaran Cina pada abad ke-19, tapi sekarang sudah disulap menjadi museum yang didedikasikan untuk budaya Peranakan. Semua perabotan rumah ini masih asli dan sangat menarik untuk kamu yang ingin kembali ke kehidupan seratus tahun yang lalu. Kamu tertarik untuk ke sana? Rencanakan perjalananmu dan buat janji terlebih dahulu dengan mengakses website NUS Baba House.

 

Everton Park

 

Caption: Mural jalanan yang sangat instagramable

Sumber foto: Culture Trip

 

Di tepian distrik Chinatown, kamu akan menemukan Everton Park. Tempat ini dipenuhi dengan ruko-ruko tua Singapura di tengah kawasan pemukiman yang tenang. Tak hanya itu, di sini juga terdapat mural jalanan yang menceritakan sejarah Singapura. Kurang lebih hampir mirip dengan mural yang ada di Penang lah!

Nah, jika kamu adalah seorang pencinta berat kopi, maka kamu tak boleh melewatkan Everton Park saat berkunjung ke Chinatown. Di sini kamu bisa menemukan berbagai kafe atau kedai hits di tengah-tengah toko kelontong tradisional. Kapan lagi kan, bisa menyeruput kopi di tempat hits di tengah bangunan-bangunan bersejarah. Hehehe

 

Singapore City Gallery

 

Miniatur Singapura versi 3D yang ada di Singapore City Gallery

Sumber foto: The Finder

 

Ingin tahu pembangunan Singapura dari zaman dahulu hingga menjadi negara modern seperti sekarang? Kunjungi Singapore City Gallery di 45 Maxwell Road. Di sini kamu bisa mengetahui bagaimana Singapura terbentuk hingga perencanaan tata kotanya. Yang paling menarik dari galeri ini adalah Central Area Model. Kamu bisa menyaksikan miniatur 3D Singapura dengan skala 1:400.  Kamu bisa mengunjungi Singapore City Gallery pada hari Senin s/d Sabtu pukul 9.00 hingga 17.00.

 

Chinatown Street Market

 

Jangan sampai melewatkan belanja di Chinatown Street Market ya!

 

Setelah berwisata budaya, ngopi di tempat hits, ke museum, jangan lupa ke Chinatown Street Market untuk berbelanja! Di sini, ada banyak kios yang menjual beragam macam barang, mulai dari jubah sutra hingga patung maneki-neko. Semua produk berlabel “Made in China” pun bisa kamu temukan di sini. Tempat ini cocok banget untuk kamu yang ingin berbelanja oleh-oleh dengan harga terjangkau. Jangan lupa tersenyum saat menawar harga ya! Siapa tahu kamu bisa dapat harga lebih murah. Hehe

Selain berbelanja, sempatkan juga untuk menikmati jajanan khas pinggir jalan yang ada di sini, seperti dimsum, crispy duck, roti canai, dan lain-lain. Jajanan ini akan lebih sempurna jika kamu nikmati sambil memandangi langit senja yang berpadu dengan lampion warna-warni khas Chinatown.

Nah, itu dia 10 tempat yang tak boleh kamu lewatkan saat berkunjung ke Chinatown. Ingin ke sana? Segera rencanakan perjalananmu ke Singapura!

ARTIKEL LAIN YANG MUNGKIN ANDA SUKA:

Jelajahi Singapura
Tetap Eksis Saat Traveling dengan Travel Recommends Indonesia

  Etnis Tionghoa tersebar luas di hampir seluruh belahan dunia. Maka, jangan heran jika saat […]

Lihat Selengkapnya
Jelajahi Singapura
Jika Sedang di Singapura, Pastikan Kamu Mengetahui Hal-hal Ini Ya!

  Etnis Tionghoa tersebar luas di hampir seluruh belahan dunia. Maka, jangan heran jika saat […]

Lihat Selengkapnya
Jelajahi Singapura
3 Coffee Shop Instagrammable Ini Wajib Kamu Kunjungi saat Traveling ke Singapura

Budaya minum kopi kini semakin menjamur di berbagai kalangan masyarakat, baik di Indonesia maupun mancanegara. “Ngopi”, seakan menjadi kebiasaan bagi setiap orang (termasuk saya) untuk bersosialisasi dengan kawan-kawan atau sekadar bersantai. Dengan ditemani camilan dan obrolan santai, kopi seakan menjadi minuman universal yang dapat menyatukan orang-orang dengan latar belakang, karakter, bahkan budaya yang berbeda.

Lihat Selengkapnya
Jelajahi Singapura
Berencana Belanja dengan Budget Kecil di Singapura? Ini 5 Tips Bermanfaat untuk Kamu!

  Etnis Tionghoa tersebar luas di hampir seluruh belahan dunia. Maka, jangan heran jika saat […]

Lihat Selengkapnya