Culture

Vientiane

Laos

Jalan besar dengan pohon di kedua sisinya, perpaduan antara gaya arsitektur kolonial Perancis dan Laos, dan suasana yang tenang berpadu untuk membuat Vientiane salah satu kota paling nyaman di Asia.

 

Untuk ukuran sebuah ibukota, Vientiane tergolong sepi, santai, dan kecil – populasi dari seluruh area metropolitannya kurang dari 750.000 orang meski masih termasuk kota terbesar di Laos. Tentunya, pengunjung yang sudah familiar dengan keramaian Bangkok, Kuala Lumpur, atau Singapura, atau bahkan Saigon dan Phnom Penh yang bisa dibilang kota dengan warisan budaya yang mirip Vientiane, bisa mengira bahwa mereka telah melangkah keluar Asia yang kontemporer ketika berada di Vientiane.

 

Vientiane pernah dikuasai pada berbagai waktu oleh Vietnam, Siam, Birma, Khmer, dan yang paling baru, Perancis. Hasil positifnya adalah campuran menarik gaya arsitektur, masakan, dan budaya yang terpengaruh dari Laos, Thailand, Cina, Vietnam, Perancis, dan bahkan Rusia. Vientiane juga merupakan tempat tinggal dari hanya kurang lebih 10% populasi negara, namun memiliki porsi kekayaan yang jauh lebih besar.

 

Suasana yang tenang meliputi kota Vientiane, di mana bahkan pasar-pasar tampak luas dan tertata dengan baik. Namun di balik kesannya yang kalem, Vientiane cukup “hidup” baik secara budaya dan sosial serta masih menunggu pengunjung yang memiliki waktu untuk mengeksplor dari mulai kuil-kuilnya yang indah dan arsitektur Soviet yang mencolok hingga tempat makan yang berkualitas bagus.

 

Kunjungi Vientiane dan nikmati suasana kota ini bersama keluarga dan sahabat. Untuk perjalanan yang aman dan nyaman, Anda dapat menggunakan layanan penerbangan berikut: