Shopaholic

Phnom Penh

Kamboja

Phnom Penh, ibukota Kamboja, adalah kota pinggir sungai yang menarik dengan lebih dari 2 juta penduduk serta berciri khas memiliki jalan raya yang lebar dan banyak pemandangan menarik bagi para pengunjung. Setelah bertahun-tahun menjadi kota yang berantakan dan lesu akibat perang dan empat tahun ditinggalkan Khmer Merah, kini Phnom Penh terlihat lebih berkilau dengan pusat-pusat perbelanjaan baru, komplek-komplek perumahan mewah, hotel-hotel besar, dan restoran-restoran kelas atas.

 

Semua objek wisata penting terletak di samping atau di dekat area pinggir sungai Phnom Penh, area yang juga memiliki banyak restoran, bar, dan kafe terbaik di kotanya.

 

Sempat menjadi pemukiman era Funan, kota ini ditemukan kembali pada tahun 1430an, bersamaan dengan keruntuhan Angkor dan pergeseran kekuasaan di Timur. Legenda mengatakan bahwa seorang wanita bernama Penh menemukan empat gambar Buddha di pinggir Sungai Mekong, dan akhirnya membangun kuil di bukit tertinggi di wilayah tersebut untuk menyimpan keempat gambar tadi. Kota yang berkembang di sekeliling bukit tersebut kemudian dikenal sebagai Phnom Penh, atau ‘Bukit Penh’.

 

Pada tahun 1772, Phnom Penh yang kini menjadi pusat perniagaan besar sempat dihancurkan oleh Thailand. Kota ini kemudian dibangun ulang, namun hanya sedikit berkembang sampai tahun 1863 ketika Perancis datang menjajah dan membawa Phnom Penh pada kemakmuran. Perkembangan kota berlanjut hingga akhirnya Khmer Merah tiba pada tahun 1972, memaksa para penduduk kota untuk hijrah ke pinggir kota, membuat kota jadi terabaikan dan terbengkalai.

 

Kunjungi Phnom Penh dan nikmati suasana kota ini bersama keluarga dan sahabat. Untuk perjalanan yang aman dan nyaman, Anda dapat menggunakan layanan penerbangan berikut: